Waspada Rem Blong! Bagaimana Cara Pengecekan Rem Kendaraan? Simak Disini!

Kecelakaan lalu lintas sering terjadi di perjalanan dan tak banyak pula yang memakan korban jiwa. Biasanya, kecelakaan yang memakan korban jiwa terjadi pada kecelakaan yang melibatkan kendaraan besar seperti truk atau bus. Kecelakaan lalu lintas terjadi disebabkan oleh banyak faktor, misalnya ; faktor sarana dan prasarana, faktor manusia (human error), dan juga faktor lingkungan. Namun, beberapa kecelakaan juga sering terjadi akibat gabungan dari beberapa faktor diatas.

Pada kendaraan besar seperti truk dan bus kecelakaan sering diakibatkan oleh faktor sarana dan prasarana yaitu kondisi kendaraan, apakah kendaraan sudah dilakukan pemeriksaan sebelum beroperasi atau belum. Juga disebabkan oleh faktor lingkungan, sebagian besar kecelakaan bus atau truk terjadi di jalan yang lurus panjang seperti jalan tol dengan pengemudi yang mengendarai kendaraan dengan kecepatan yang di atas rata-rata dan juga di jalan yang menurun kecelakaan terjadi karena pengemudi kurang konsentrasi dan tidak dapat mengendalikan kecepatan atau bisa juga terjadi rem blong akibat tidak dilakukan pengecekan kendaraan sebelumnya.

Kasus rem blong ini sering kali memakan korban jiwa, karena kondisi kendaraan yang kencang lalu menabrak atau bahkan terjun ke kali, sungai, atau jurang. hal ini tentunya membutuhkan perhatian khusus dari pihak-pihak terkait seperti pengemudi, perusahaan trucking atau bus, dan juga pemerintah daerah setempat untuk memperhatikan prasarana jalanan.

Foto by : otomotif.kompas.com

Lalu, bagaimana sih cara untuk mengurangi resiko terjadinya rem blong? Berikut beberapa tips dan cara memeriksa kondisi kendaraan untuk mengurangi resiko terjadinya rem blong yang bersumber dari buku “Awas Rem Blong” persembahan dari Kemenhub, KNKT, dan Indonesia Road Safety Partnership. 

  • Lakukan Pemeriksaan Rem Sebelum Beroperasi
  • Periksa pedal rem

Pastikan pedal rem berfungsi dengan baik dengan spelling normal

  • Periksa sistem vakum

Cara memeriksanya yaitu, pertama putar kunci kontak pada posisi on lalu pastikan lampu indikator vakum tidak menyala untuk memastikan tidak ada kebocoran pada sistem vakum. Kemudian, nyalakan mesin selama 2 menit dan matikan kembali. Terakhir, injak pedal rem beberapa kali (normalnya pada 7 sampai 10 kali injakan)

  • Periksa booster rem

Langkahnya adalah, pertama putar kunci kontak di posisi lock lalu tekan pedal beberapa kali dan perhatikan jarak balik pedal, kemudian tekan pedal yang dalam dan hidupkan mesin. Jika pedal turun secara bertahan maka booster rem sudah normal.

  • Pemeriksaan level minyak rem

Jangan menambah atau mencampurkan minyak rem, karena akan mempengaruhi dot minyak rem. Dot yang tidak sesuai akan mempercepat minyak rem mendidih (vapour lock). Dan ganti minyak rem secara berkala.

  • Periksa Tromol, Celah dan Ketebalan Kampas Rem

Celah kampas rem dengan tromol standarnya adalah 0.1 sampai 0.3 mm.

  • Periksa Tekanan Angin

Tekanan angin rem ini bagian penting dalam sistem rem, caranya putar kunci dalam posisi on lalu perhatikan pada indikator apakah sensor tekanan angin bekerja atau tidak. Pada saat pengisian angin harus mencapai 9 bar, tekanan angin tidak boleh berada di bawah 6 bar karena pedal rem tidak akan bisa diinjak atau keras.

 

Selain melakukan pemeriksaan sebelum kendaraan beroperasi pengemudi juga harus kenal dan paham jenis-jenis rem yang ada pada kendaraan besar seperti truk dan bus. Apa saja jenis-jenis rem pada truk dan bus?

  1. Rem Utama / Rem Kaki
  2. Rem Gas Buang (exhaust brake)

Cara kerja rem gas buang ini dengan menutup saluran knalpot untuk mengembalikan gas buang ke dalam mesin guna memperlambat putaran mesin.

  • Rem Mesin (engine brake)

Pengereman yang dilakukan oleh kendaraan dengan putaran mesin yang rendah sehingga memperbesar daya cengkeram roda ke aspal.

  • Rem Tambahan (brake retarder)

Rem tambahan ini berfungsi memperlambat putaran mesin dengan memperlambat putaran penerus daya (propeller shaft)

Pastikan menggunakan rem dengan baik dan benar, gunakan rem utama atau rem kaki pada jalan menurun. Pada jalan yang menurun dan panjang gunakan gigi rendah dan jangan lupa untuk mengaktifkan sistem rem lainnya agar rem utama bekerja lebih ringan dan kampas rem tidak panas.

By | 2021-03-26T10:11:21+07:00 March 26th, 2021|News|0 Comments

Leave A Comment

error: This content is protected, you dont have permission to copy or distributed without our permission!